PROF. MR. SOENARIO
Lahir: Madiun, 28 Agustus 1902
Wafat: Jakarta, 18 Mei 1997

Prof. Mr. Soenario, yang bernama lengkap Soenario Sastrowardojo lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 28 Agustus 1902. Setelah meraih gelar Meester in de Rechten dari Fakultas Hukum Universitas Laiden, Ia kembali ke tanah air sebagai pengacara dan kerap mengadvokasi rakyat yang berurusan dengan aparat kolonial. Prof. Mr. Soenario juga merupakan salah seorang pendiri Partai Nasionalis Indonesia pada 1927 bersama tokoh-tokoh bangsa, seperti Bung Karno, Cipto Mangunkusumo, Mr. Sartono, dan Iskak Cokroadisuryo. Sebelumnya pada 1925 di Belanda, ia turut serta bersama organisasi Perhimpunan Indonesia (PI) mencetuskan Manifesto Politik Perhimpunan Indonesia yang berisikan prinsip-prinsip persatuan solidaritas, dan kemerdekaan. Di sisi lain, pada Kongres Pemuda II tahun 1928 yang melahirkan ‘Ikrar Pemuda’, Prof. Mr. Soenario ditugaskan meminta izin kepada pemerintah kolonial agar diperbolehkan kongres digelar secara resmi. Meskipun sempat dilarang, Pemerintah Kolonial tetap memberi izin berdasarkan pertimbangan para penasehat urusan politik Hindia Belanda.

Pendidikan:
Pada tahun 1908 masuk Frobelschool (Sekolah Taman Kanak-Kanak)
Menempuh pendidikan dasar Europeesche Lagere School (ELS) Madiun (1909-1916)
Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) Madiun selama setahun kemudian pindah ke
Masuk Rechtschool (Sekolah Menengah Kejuruan Hukum) di Jakarta (1918)
Menempuh studi Ilmu Hukum di Universitas Leiden dan meraih gelar Meester in de Rechten pada 1925

Pekerjaan:
Bekerja sebagai Advokat di beberapa kota seperti, Bandung, Jakarta, Medan, dan Makassar (1928-1940)
Anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) 1945-1949
Turut mendirikan Universitas Gajah Mada di Yogyakarta pada 1946
Anggota dan Ketua Seksi Luar Negeri Dewan Perwakilan Rakyat Sementara (DPRS)
Menteri Luar Negeri pada Kabinet Ali Sastroamidjojo (1953-1955)
Duta Besar Republik Indonesia di Kerajaan Inggris, London (1956-1961)
Guru Besar dan Rektor Universitas Diponegoro, Semarang (1963-1966)
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS)
Memberi kuliah di beberapa kampus negeri dan swasta.
Ditetapakan sebagai Perintis Kemerdekaan berdasarkan SK Menteri Sosial 9 Agustus 1973
Dianugerahi gelar Mahaputera Adipradana dari Pemerintah RI

1838 Views
Selamat pagi,
Ada yang bisa kami bantu?
Powered by