Museum Sumpah Pemuda menggelar Pameran Tokoh Sumpah Pemuda “Bahder Djohan”, untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda yang ke-91. Pameran ini digelar bertujuan untuk mengenang tokoh nasonalis dan pengabdi kemanusiaan, Bahder Djohan. Pameran ini secara resmi dibuka oleh Direktorat Jenderal Kebudaan yang diwakili oleh  Kepala Bidang Kemitraan dan Promosi Museum Nasional, Dra. Huriyati, M.M, di halaman depan Museum Sumpah Pemuda, Selasa (15/10/2019).

Huriyati menuturkan, Bahder Djohan adalah seorang Indonesia sejati. Beliau merupakan sosok yang menjunjung tinggi nilai nasionalimse,  aktif dalam berbagai kegiatan pergerakan pemuda, dan dengan lantang menyuarakan kesetaraan dalam pidatonya pada Kongres Pemuda Pertama.

Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, Bahder Djohan telah memberikan pelajaran tentang nilai nasionalisme, persatuan dan kesetaraan. Dalam pidato Kongres Pemuda Pertama, Bahder Djohan menyampaikan perlu adanya kesamaan derajat mengenai peran pria dan wanita dalam perjuangan  pergerakan nasional Indonesia.

Profesinya sebagai dokter membawa Bahder Djohan menjadi individu yang humanis sekaligus nasionalis. Bahder Djohan aktif dalam Palang Merah Indonesia sekaligus membangun dunia kedokteran dan pendidikan. Sejalan dengan perjuangan sebagai dokter, Bahder Djohan mengemban tugas menjadi Menteri Pengajaran Pendidikan dan Kebudayaan (PP dan K) di era kabinet Natris, dan juga kabinet Wilopo. Kemudian Bahder Djohan menjabat sebagai Presiden Universitas Indonesia.

Semua profesinya itu diemban untuk menjalankan amanah dan keinginannya berperan dalam pembangunan bangsa. Perjalanan hidup Bahder Djohan sepatutnya  menjadi teladan bagi generasi penerus bahwa perjuangan tidak harus dengan angkat senjata atau dengan pekik kata “Merdeka “. Berjuang juga dapat dilakukan dengan karya dan kerja nyata.

Acara pembukaan pameran ini dihadiri oleh keluarga Bahder Djohan dan keluarga tokoh Sumpah Pemuda lainnya, antara lain Katjasoengkana, Emma Poeradiredja, M. R. Soeoed, R. C. L. Sendoek, S. M. Amin, Djohanes Leimena, serta  Kepala Galeri Nasional Indonesia, para siswa SMA/SMK/SMP, mahasiswa, dan warga sekitar. “Acara ini bagus banget ya, soalnya kita jadi tahu sosok bahder djohan dan membuka wawasan ke publik karena acara ini mengundang para siswa dan mahasiswa, jadi generasi muda bisa mengetahui sosok bahder djohan di pameran ini,” ucap Jessica, Siswa SMA Negeri 1 Jakarta. Pameran Bahder Djohan akan berlangsung selama satu bulan penuh, dari 15 Oktober 2019 hingga 15 November 2019, di Aula Museum Sumpah Pemuda.

1186 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat pagi,
Ada yang bisa kami bantu?
Powered by