Lesehan Kebangsaan

Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud menyelenggarakan kegiatan Lesehan Kebangsaan bertema “Bahasa sebagai Penghela Pembangunan Manusia: Pembinaan Bahasa,  Pembinaan Bangsa”, di Museum Sumpah Pemuda,  Jalan Kramat Raya No. 106, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud, Dadang Sunendar, mengatakan kegiatan ini sengaja dilakukan di Museum Sumpah Pemuda agar generasi muda dapat menghayati serta menghormati Sumpah Pemuda yang mencapai kesepakatan seluruh pemuda Indonesia. 

“Acara ini sengaja diadakan di museum sumpah pemuda agar kita semuanya mengetahui dan meresapi dimana ada 91 tahun yang lalu,  tempat ini menjadi tempat berkumpul pemuda hebat dari seluruh tanah air yang berunding dan mencapai kesepakatan yang disebut Sumpah Pemuda, satu diantaranya yakni Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia, ” kata Dadang. 

Lesehan Kebangsaan ini turut mengundang para tokoh sebagai narasumber, antara lain:

  • Prof. Dr. Hariyono – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP)
  • Dra. Hj. Popong Otje Djundjunan (Ceu Popong) – Politikus Indonesia/Anggota DPR RI
  • Prof. Dr. Azyumardi Azra – Cendikiawan Muslim/Guru Besar UIN
  • Prof. Dr. Djoko Marihandono – Guru Besar UI
  • Prof. Dr. Ahmad Baso – Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU)
  • Dr. Maryanto – Kepala Balai Bahasa Sumatra Utara (sebagai moderator)


“Dalam acara ini sengaja kami mengundang para tokoh yang memahami betul fungsi bahasa negara ini,” tutur Dadang.

Kepala Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan Kemendikbud, Dadang Sunendar saat memberikan keterangan kepada media. (MSP/Wildan)

Dadang menambahkan yang di undang di kegiatan ini adalah para mahasiswa generasi muda, Kami juga melakukan pembinaan kepada anak-anak muda. Mahasiswa ini semuanya penerus bangsa, jadi mereka harus tahu bahwa inilah tempat bersejarah bagi bangsa indonesia.

Makin besar tantangan pembinaan bahasa Indonesia untuk menguatkan sikap bahasa masyarakat yang pada satu sisi bangga berbangsa Indonesia dan berwawasan kebinekaan global, pada sisi yang lain. Pembinaan bahasa Indonesia menjaga teguhnya petunjuk jati diri dan daya saing bangsa Indonesia.

Utamakan Bahasa Indonesia.
Lestarikan Bahasa Daerah.
Kuasai Bahasa Asing.

Demikian seruan Dadang Sunender sebelum mengakhiri kegiatan Lesehan Kebangsaan di depan para mahasiswa.

892 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat pagi,
Ada yang bisa kami bantu?
Powered by