W. R. Soepratman
Lahir: Purworedjo, 9 Maret 1903
Wafat: Surabaya, 17 Agutus 1938

W. R. Soepratman lahir dari keluarga militer. Ayahnya, Senen Kartodikromo adalah seorang bintara KNIL (Koningklijk Nederlandsch Indie Leger) W. R. Soepratman lahir di Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo, pada tanggal 19 Maret 1903. W. R. Soepratman mengawali masa sekolahnya dengan memasuki sekolah Budi Utomo di Jakarta pada tahun 1909. pendidikan di Perguruan Budi Utomo tersebut tidak dapat diselesaikannya karena W. R. Soepratman pindah ke Makassar setelah ibunya, Siti Senen, meninggal pada tahun 1914. Pendidikannya diteruskan dengan memasuki Sekolah Angka Dua dan selesai pada tahun 1917. dua tahun kemudian, W. R. Soepratman lulus Klein Amtenaar Examen (KAE). Pendidikan yang ditempuh selanjutnya adalah Normaal School. W. R. Soepratman tinggal di Makassar kurang lebih 10 tahun (1914 – 1924). Berkat pergaulannya yang cukup luas di kalangan pemuda, hatinya tergerak untuk menciptakan lagu Indonesia Raya. Tidak ada yang tahu pasti kapan dan di mana lagu Indonesia Raya diciptakan. Lagu itu mulai dikenal umum ketika W. R. Soepratman membagikan konsep lirik sebuah lagu kepada para peserta Kongres Pemuda Kedua, 27 – 28 Oktober 1928. pada malam penutupan kongres, W. R. Soepratman dengan gesekan biolanya mengiringi sebarisan panduan suara membawakan lagu Indonesia Raya.

Pendidikan:

Froberschool (Sekolah Taman Kanak-Kanak)
Sekolah Dasar Budi Utomo
Europeesche Lagere School
Normaal School (Sekolah Guru)

Riwayat Pekerjaan :

Guru Sekolah Dasar
Juru Tulis di Kantor Firma Nedem, Makassar.
Wartawan Surat Kabar Kaum Muda
Wartawan Sin Po

Sugondo Djojopuspito
Lahir: Tuban, 22 Februari 1904
Wafat: Yogyakarta, 23 April 1978

Sugondo Djojopuspito adalah Ketua Panitia Kongres Pemuda II. Selama menempuh studi di MULO Surabaya, dia pernah ‘mondok’ di rumah tokoh Serekat Islam HOS Tjokroaminoto. Di sanalah ia belajar politik dan berorganisasi. Kariernya dalam pergerakan kebangsaan dimulai dengan mendirikan Perhimpoenan Peladjar-Peladjar Indonesia (PPPI) pada September 1926 bersama mahasiswa Rechtshoogeschool dan terpilih menjadi Ketua PPPI pada 1927. Pada Kongres Pemuda II Soegondo terpilih sebagai Ketua Panitia Kongres. Setelah Kongres Pemuda Kedua, Soegondo mengajar di Taman Siswa Yogyakarta. Dia menjadi Direktur Perguruan Rakyat dan Direktur Taman Siswa di Bandung. Pada 1934 ia dikenai larangan mengajar. Pada 1941 menjadi Direktur Antara Surabaya merangkap jadi pembantu Bataviasche Nieuwsblad dan Indische Courant. Setelah Indonesia merdeka menjadi anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP) dan kemudian Menteri Pembangunan Masyarakat.

Pendidikan
Lulus dari Holland Indische School (HIS) Tuban pada 1918,
Lulus dari Meer Uitgebreid Lager Onderwius (MULO) Surabaya pada 1921.
Lulus dari Algemmene Middelbare School (AMS) Yogyakarta pada 1927
Masuk Rechtshoogeschool (Sekolah Tinggil Ilmu Hukum) di Batavia pada 1924 (Tidak selesai)

Pekerjaan

Guru di Sekolah Taman Siswa Yogyakarta
Direktur Perguruan Rakyat
Direktur Taman Siswa Bandung
Direktur Antara Surabaya
Anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP)
Menteri Pembangunan Masyarakat pada Kabinet Halim (21 Januari 1950 – 6 September 1950

2742 Views
Selamat pagi,
Ada yang bisa kami bantu?
Powered by