Sejarah Hari Ibu

Hari ini, 22 Desember 2021, bertepatan dengan Peringatan Hari Ibu yang ke-93 tahun. Kita ketahui bersama bahwa Hari Ibu adalah hari yang didedikasikan untuk perempuan Indonesia karena tanggal 22 Desember diambil dari tanggal pembukaan Kongres Perempuan Pertama tahun 1928. Hal ini adalah bentuk penghargaan kepada kaum perempuan yang memiliki peran yang sangat penting. Tidak hanya berperan sebagai istri dan ibu dalam rumah tangga, tetapi juga dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kesadaran mengenai betapa pentingnya peran perempuan sebenarnya sudah ada sejak dahulu. Bahkan pada Kongres Pemuda Indonesia I yang dilaksanakan selama tiga hari, yaitu 30 April hingga 2 Mei 1926, ada satu hari yang dikhususkan untuk membahas tentang perempuan, tepatnya pada 1 Mei 1926. Tema yang diangkat saat itu adalah “Kedudukan Wanita dalam Masyarakat Indonesia”. Kemudian para pembicara yang mengemukakan pendapatnya, antara lain Bahder Djohan, Stein Adam, dan Djaksodipoero. Yang cukup menarik adalah ketika M.Tabrani selaku ketua kongres memberikan pidato pembukaan yang sungguh menginspirasi.

“Banyak hal yang dapat diberikan oleh kaum pria kepada kaum wanita, akan tetapi hal itu belum seberapa. Hanya andalah yang dapat memperbaiki nasib sendiri, bukan orang lain. Paling banyak kaum pria hanya dapat membantu, sedangkan tenaga yang dibutuhkan untuk memperbaiki kedudukan kaum wanita tidak dapat kami berikan, karena hal itu hanya dapat ditemukan dalam dan pada kaum wanita sendiri. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan agar kaum wanita akan mengatasi semua hal yang merintangi emansipasi kaum wanita dengan perjuangan dan senjatanya sendiri. Hanya dengan itulah kemenangan kaum wanita akan tercapai.” (dikutip dari Laporan Kongres Pemuda Indonesia Pertama, 1993).  

Meskipun pidato M. Tabrani telah dikemukakan pada 1926, namun masih relevan dengan permasalahan perempuan pada masa kini. Apabila kita mengkontemplasi kata – kata dari pidato tersebut, akan membuka kembali kesadaran kaum perempuan, bahwa perempuan sendirilah yang bisa mengubah nasibnya sendiri. Sebagai pesan penutup bagi seluruh perempuan Indonesia, sangat penting bagi kalian untuk mengisi diri dan mengembangkan setiap potensi yang dimiliki agar menjadi versi terbaik dari diri kalian.

Selamat Hari Ibu 2021! Perempuan Berdaya, Indonesia Maju!

Peserta Kongres Pemuda I berfoto bersama. Tampak jelas M. Tabrani (Duduk nomor 3 dari Kiri) dan di antara mereka ada tokoh perempuan, seperti Emma Poeradiredja (perempuan yang berdiri paling kanan)

Penulis: Setyo Wahyuni, S.Si.
Editor: Eko Septian Saputra, S.Hum.

1048 Views

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Selamat pagi,
Ada yang bisa kami bantu?
Powered by